Cerita ku,,,,
Dibesarkan dalam keluarga Batak namun berdomisili di Bengkulu membuat aku merasa tidak terlalu mengerti tentang adat Batak. Menginjak masa remaja ku pun, aku tak pernah tertarik dengan cowok Batak.
Setelah tamat SMU, aku merantau ke Jakarta dengan satu tekat ikut UMPTN. Namun, rencana sering kali tak sesuai dengan kenyataan, UMPTN ku gagal.” Tahun depan akan aku coba lagi” niat ku dalam hati. Mengisi hari – hari ku, aku bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan di Cikarang. Dengan hanya bermodalkan ijazah SMA aku hanya ditempatkan sebagai karyawan produksi dengan jam kerja shift. Setahun berlalu, tak ada niat UMPTN lagi, namun niat kuliah tetap ada. Kebetulan sekali ada sebuah sekolah tinggi ( STMIK ) yang rata – rata adalah karyawan ( shift ). Ku ambil jurusan Manajemen Informatika ( D3 ). Waktu berlalu, akhirnya aku berhasil lulus, yah walaupun hanya dengan IPK pas pasan. Aku berniat mencari pekerjaan yang sesuai dengan sekolah ku. Aku mau kerja di kantor, pikirku.
Saat aku masih bekerja di pabrik, salah seorang teman ku, sebutlah dia Dion ( orang Jawa ) memberikan nomor HP ku ke temennya. Nama temennya Anton ( Orang Batak marga Simanjuntak ). Alasan dia memberikan nomor ku karena selama dia mengenal ku tak ada satupun dia melihat aku pacaran dengan orang Batak. Berawal dari itu, aku dan Anton sering sms an, sesekali dia telp aku, Hingga pada suatu hari aku diajak ketemuan.
Kami berjanji disalah satu food court di sebuah mall. Ga susah menemukannya karena dia langsung telp aku, dan kami pun ngobrol. Namun ada kejanggalan yang aku hadapi saat kami ngobrol. Kejanggalan itu berupa informasi ttng Anton yang aku terima dari Dion berbeda dengan apa yang Anton utarakan. Baik tempat dia bekerja, alamat dia tinggal pun tentang marga dia. Dia mengaku marga Siburian. Malah aku sempat berpikir kalau aku salah orang, Akh,,,,ku pikir ini karena aku sedikit grogi karena jujur ada sedikit rasa kagum padanya. Maklum anaknya lumayan manis.
Hari berlalu, kutanyakan tentang informasi yang salah ini kepada Dion. Jelas – jelas dia ga mau disalahkan. ” Apa yang aku bilang ke kamu itu adalah yang benar”, jelasnya. Alamak,,,,ada apa ini? Siapa sih yang benar? Dion apa Anton. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari tahu dengan bertanya langsung pada Anton. Dan Anton menjelaskan bahwa tidak ada yang salah. Semua benar. Dion benar, dia juga benar. ????????,,,,Bingung kan? Apalagi aku. Akhirnya, ia menjelaskah bahwa selama ini, yang sering sms an dengan aku adalah dia ( Roni, orang Batak juga marga Siburian ), bukan Anton. Lalu kemana Anton?
“Saat Dion memberikan nomor kamu ke Anton dia lagi ga punya pulsa, dia pake hp aku”, jelasnya. ” jadi pas kesini2nya kamu sms ya aku balas aja”, lanjutnya lagi. Ooo, emang ga da yang salah sih.Ya udahlah,,,,,,,,,Tak lupa aku minta nomor Anton yang sebenarnya. Setelah seminggu, tiba – tiba Anton sms aku dengan nomor dia yang sebenarnya. Mungkin si Roni cerita kali sama dia. dia ngajak ketemuan. Ya udah, dia jemput aku ke tempat kerja ku. Ga da yang istimewa dengan Anton. Anak nya ga asyik, ga ramah.
Hari berlalu, aku dan Roni makin akrab. Selain sms an dan telp, dia juga beberapa kali berkunjung
ke rumah ku. Maklum, kebetulan temennya, namanya Kak Fedi juga dikenalkan sama tetangga ku kak Tris ( Orang Flores ). Makin akrablah kami. 3 Tiga bulan dari pertemuan kami, aku merasa makin nyaman, tapi aku tak tahu perasaannya. Aku seperti digantung. Ngambang. Ga jelas. Tapi aku enjoy aja. Cinta kali ya,,,
Akhir November….
Roni sakit, dan dia masuk RS. K Tris yang kasih tau aku. Saat itu aku masih kerja so aku minta izin untuk pulang cepat. Aku kaget,,,panik sekaligus seneng. Asyik nih bisa ketemu Roni, batinku. Ternyata di RS udah ada K Tris dan K Fedi. Saat aku datang, mereka berdua meninggalkan kami. Entah apa maksudnya aku ga peduli. Yang aku tau saat itu aku seneeeeeeeeeeeeeeeeeng banget. Tapi, semua diluar dugaan. Saat kami cuma berdua, dia malah asyik dengan hpnya. Kalo ga terima telp, ya balas SMS, BETE kan? Tanpa memperlihatkan rasa “bete” tersebut, aku pamit pulang, tadinya aku udah niat mo ngejagain dia. Entah kenapa, aku ga sanggup. Sekilas tadi aku mendengar dia telponan ama cewek yang aku ga tau siapa dia. Mesra. SANGAT.
Kami berempat pernah akan ber – malam natal di tempat K Fedy. Entah lah ga da respon. Ga da yang datang. Dan ga da yang sms sekedar info kl mereka ga datang BETEEEEEEEEEEEEEEEEEE. Mungkin kami yang terlalu ingin. MAKLUM CINTA KU BERTEPUK SEBELAH TANGAN. Hiks…hiks,,,hiks,,,
Setelah pulang dr RS, dia udah ogah2an bales sms aku. Keyakinan ku semakin kuat bahwa dia ga pernah menyukai aku. Kusibukkan diriku dengan pekerjaan dan harapan ku untuk ikut test CPNS bersama K Tris. Ingin ku gapai bintang apalah daya tanganku tak sampai. Aku optimis sekali, mengingat gelar Amd ku sudah ku raih. Lumayan lah, pikirku. Tapi ternyata? Tes PNS ku gagal. Nasib kami sama, aku dan k Tris gagal tes PNS, dan kami gagal pula dalam urusan love,,,,eh iya, K Tris juga kecewa karena dia juga dikecewain K Fedi.K Fedi balik lagi sama mantan ceweknya . Lagian mereka pada kasih sinyal ” ngasih harapan gitu “. Cuma aku yang lebih apes, sepulang tes, kami naik kereta. Aku kehilangan HP. Tas ku disilet. Pintar sekali tu maling. Sebel bgt,,,,,,,,,,,,,, ini mah udah jatuh ditimpa tangga. Intinya, aku ga punya HP lagi. Miskin lagi deh,,,,,,,,,
Setelah nabung – nabung lagi akhirnya aku bisa beli HP lagi. Dengan nomor baru tentu. Dan jiwa usil ku pun mengusik. { Boong ding, bkn krn usil aja, tapi krn kangen,,,
}. Aku mo ganggu si Roni, Pikirku. Aku tekan tuts hp untuk menghubungi dia. Biarpun HP ku hilang, tapi nomor Roni ga pernah aku lupa. Aku ingat 12 digit miliknya. Aku coba miscall, dia respon dengan miscall balik. Tapi ga aku jawab ( aku takut dia mengenali suara ku ). Akhirnya dia menyerah. Dia sms ” siapa ini? Tau no ku dari mana?”aku berlagak seolah aku salah sambung. Dan aku minta maaf. Akhirnya ( ceritanya kami belum kenal ) kenalan. Namaku Siska. Ku bilang kalo aku anak Orang Batak yang udah gede di kota. Ku buat identitas palsu yang mendeskripsikan kalau aku anak ABG yang masih kuliah semester awal dan anak gaul gt deh, intelek dan berwawasan luas.Maklum background ku di kampus ( MI ) bisa cukup mendukung aku untuk ngobrol apalagi masalah tekhnologi. Dan dia mulai tertarik. Aku sangat yakin dia meyukai ku (sebagai siska), karena sungguh diluar kebiasaan saat dia hanya mengenal aku sebagai diriku yang sebenarnya. Dia rajin menanyakan keadaan ku, udah makan apa belum, nasihat2 untuk tidak terlalu stres saat lagi ujian. Dan lain sebagainya. Ah indah sekali. Seandainya ini benar – benar terjadi. Tapi saat itu aku menikmati keadaan ini. Aku tidak perduli dia meyukai ku sebagai siapa. Yang aku tau, aku nyaman dengan kebohongan ini. Aku mencintai dia.
Selain sms, dia menayakan alamat email ku. Alamak, terpaksa deh bikin mail baru dengan identitas siska yang aku rekayasa. Kami juga tuker2an id YM. So makin sering lah kami ngobrol, kalo ga tentang kuliah ( dia lulusan POLITEHNIK, cm aku lupa dimana instansi mana ), tentang pekerjaan dia. Hingga suatu hari dia akhirnya curhat ttg cewek yang dia taksir lewat YM. Lagi – lagi kami ngobrol by chating. Saat itu aku benar – benar tegang. Jantung ku berpacu sangat kueeeennnncaaaang. Deg – deg an melebihi saat aku wisuda, ataupun saat menerima hasil tes PNS lalu. Dia curhat katanya dia lagi suka seseorang. Oh my God. aku kah itu? Bukan, yang dia maksud adalah adalah cewek temen kerjanya. Namanya Indi kalo ga salah. Dia bercerita kalo dia kenal Indi lebaran lalu. Alamak berarti kurang lebih seminggu sebelum dia masuk RS. Dugaan ku benar. Dia memang sudah makin ga peduli dgn aku semenjak dia mengenal Indi, ya nasibbbbbbbbbbb……Hatiku benar – benar hancur. Ini memang bukan salah Roni. Dia emang bukan siapa – siapa aku!!! Jadi terserah dia mo jadian ma siapa. Ku katakan hal ini pada hati ku, aku coba untuk tenangkan hatiku. Namun hatiku sudah tidak mau perduli. Dia meronta – ronta. Dia tidak terima. Dia menderita. Hingga akhirnya aku memutuskan pamit, aku sign out. Aku pulang ke rumah. Air mata ku mengalir melebihi sungai amazon. ( ceile,,,,,,,, ). Aku marah sama Tuhan. Aku benci sama Tuhan. Aku merasa menjadi orang yang paling bodoh. Paling sial. Paling dibenci Tuhan. Aku benci semuanya. Malam itu air mata ku benar – benar kering. Maklum lagi ya namanya juga cewek kalo sedih bisanya cuma nangis.
Hari – hari berlalu. Aku tetap berhubungan dengan Roni. Aku bersikap seperti biasa, seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Apalgi dia selalu bercerita ttng perkembangan hubungannya dengan Indi. Sakit sih mendengarkannya, tapi apalah daya aku tetap harus meneruskan kebohongan ini. Aku juga sudah seneng masih bisa ngobrol dengannya walaupun menyakitkan.
Mei berlalu,,,,aku udah ga kerja. Kami karyawan sebanyak 250 orang di PHK karena kami demo. Sedih tapi juga seneng ( dapat pesangon ) ,,,,,,malas,,,,hambar,,,,,bosan,,,,,,maunya marah aja. Maklum,,,,dalam urusan perasaan, pekerjaan ga da yang mulus. Tapi ada rencana Tuhan yang indah dibalik semuanya. Aku yakin itu. makanya aku enjoy aja ngejalaninnya, walau ga jarang suka menvonis bahwa Tuhan itu ga adil terhadapku.
Menjelang hari Ulang tahun ku, bulan Agustus,,,,,,
NH mengadakan retreat di Puncak. Ku daftarkan diriku untuk turut serta. Ternyata disinilah aku menemukan dunia ku yang seutuhnya. Aku mendaftarkan diriku sebagai anggota.
Ternyata, saat retreat di puncak ada sosok yang memperhatikan aku. Jujur tadinya aku ga ngeh. Cowok Batak marga Sinaga. Ito Jonas namanya ( saat itu masih manggil ” ito” :-) )
Hari – hari ku lalui di NH, segala kegiatan aku ga lepas dari kepanitiaan. Natal pertama ku di NH aku jadi sekretaris. Bertepatan dengan itu Ito Sinaga itu menjadi wakil ketua dan ito Gultom sebagai ketua. Entah memang begini jalannya atau emang kebetulan, ito Gultom mengundurkan diri sebagai ketua. Sibuk begitu alasannya. Keadaan ini membuat kami semakin dekat. Rapat, bikin laporan, latihan, terus bareng. 1 October kami jadian. Indah,,,,sangat,,,,semua kesedihan dan luka ku tercover sudah. 17 October aku kembali bekerja di perusahaan dengan posisi yang aku idamkan sebagai adm ( Marketing ). Lengkap sudah kebahagiaan ku. Puji Tuhan. Betul bukan jika kita berpengharapan didalan Tuhan semua akan digenapkan. Makanya kalo lg susah harus makin bertekun didalamNya. Seiring waktu, Roni menghubungi aku. Kali ini dia bercerita kisah sedihnya. Si Indi balik lagi ma cowoknya. “Hukum karma berlaku,Rasain,,,!!!!!”, spontan aku berteriak gembira. Maafkan aku Tuhan,,,aku bahagia diatas penderitaan Roni. Tapi memang itu yang aku rasakan. Entah apa alasannya. Maafkan aku Ron.
Menjelang Natal. Ku coba menghubungi Roni. “Kebohongan ini harus berakhir”, pikirku. Aku ga mau natal ku tercemar dan kebohongan ini terus berlanjut. Dikantor ku aktifkan kembali YM ku. Aku bersorak gembira, sekaligus takut ” yesss, dia OL “. Perlahan – lahan ku tekan keyboard ku. “Syalom, pa kabar bang,,,??”. “Baik”. Dia balas dengan pic ” smile”. Aku semakin ga tega membuka kebohongan ini. Dengan sedikit basa – basi aku akhirnya aku meminta maaf padanya. “Untuk apa” katanya . “Tapi ito jangan mrah ya?”, harap ku. ” Emang kenapa de’? Koq tumben panggil ito?”, tanyanya. Karena emang sebagai siska biasa aku panggil dia abang. Dengan berat hati kuceritakan semua kebohongan ini. Aku sudah bekerja di tempat yang baru, di tempat dimana setiap saat aku bisa OL. Dan aku mengaku sebagai aku yang sebenarnya, temannya yang pernah sakit hati terhadapnya. ”Dia terkejut, lho koq ito gitu?” balasnya. aku berikan dia pic smile juga. Dan kuceritakan juga bahwa aku sudah menemukan roni ku. dia bertanya siapa Roni yang sangat beruntung itu ???”, pujinya memancing. Kuceritakan semua tentang abang ku. Namanya Jonas Sinaga. Dia teman NH. ” Selamat ya,,,,” katanya mengakhiri chating kami. Dan sekali lagi ku katakan padanya ” Jangan marah ya to, aku minta maaf banget”. “Iya gpp” ktnya sembari sign out. Aku tau dia pasti ngga marah karena dia orang yang baik. Beberapa kali kami ketemu dia dikantor, walaupun kami ga bisa ngobrol lama – lama ( karena aku tau dia sibuk ), dia udah ga marah lagi. Makasih ya, to. Aku berdoa semoga ito menemukan cewek yang lebih baik dari Indi. Semua kesedihan kita itu ada hikmahnya, lho. Bersabar, berpengharapan dan bertekun dalam Tuhan ya??? Amin.
Tu kan Tuhan itu baik. Semua Dia atur sedemikian rupa. Sakit kadang, tapi barang siapa yang berpengharapan didalam Dia tidak akan sia – sia. Percaya deh. Sekarang aku sudah menikah dengan cowok yang memang Tuhan pilihkan untuk aku. Cowok terbaik yang pernah aku kenal. Bang, adek sayang abang. Terima kasih Tuhan Yesus, berkati kami. Dan pakai kami selalu sebagai alat Mu menjadi berkat buat orang sekitar kami. Amin.
Juni 5, 2008




hhmmmm comment lagi yah…..
Ternyata ito pintar juga bercerita yah,…selamat berkarya,..
saya juga banyak menulis cerita, silahkan kunjugi web http://www.pakkatnews.wordpress.com
atau multiply http://www.latteung.multiply.com
foto-foto hkbp cikarang banyak saya tampilkan disana,….
hendry gaol
koor ama hkbp cikarang,
NB:dari foto-foto di header itu, yang manakah ito boru siboro???